NIAS.WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Pembangunan di Kota Gunungsitoli pada tahun 2027 diharapkan tidak lagi berorientasi pada banyaknya program, melainkan pada ketepatan dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Hal itu ditekankan Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli, ketika membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang ditandai dengan pemukulan gong, di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jum'at (27/3/2026).
Baca Juga:
Masyarakat Gunungsitoli Jangan Panik! Wali Kota Sowa'a Laoli Pastikan Stok BBM Aman
"Setiap alokasi anggaran diharapkan mampu memberikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan," kata Sowa'a Laoli.
Menurutnya, melalui Musrenbang RKPD tahun 2027 menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang partisipatif, terukur, dan berorientasi pada hasil, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga menegaskan bahwa tema pembangunan tahun ini yaitu “Optimalisasi Prioritas Pembangunan Daerah yang Berdaya Saing”.
Baca Juga:
Dinas Pendidikan Sumedang Gelar Forum Perangkat Daerah, Bahas Rencana Pembangunan 2027
"Ini mencerminkan pentingnya fokus dan selektivitas dalam menentukan prioritas di tengah keterbatasan fiskal dan tuntutan efisiensi anggaran," ujarnya.
Mantan Ketua DRRD Kota Gunungsitoli itu pun mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk berperan aktif dalam proses perencanaan pembangunan.
"Keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga konsistensi arah pembangunan serta mewujudkan tujuan bersama demi kesejahteraan masyarakat Kota Gunungsitoli," ujarnya.
Di lain sisi, Sowa'a Laoli berharap dengan kehadiran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada forum tersebut menjadi penguat sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah.
"Kolaborasi yang terjalin tidak hanya memperkuat keselarasan kebijakan, tetapi juga menghadirkan dukungan nyata dalam percepatan pembangunan di Kota Gunungsitoli.
Selain itu, ia juga berharap kepada para narasumber agar dapat memberikan pandangan yang tajam, objektif, dan solutif sehingga forum Musrenbang mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang semakin berkualitas.
Sejalan dengan pelaksanaan Musrenbang tersebut, Pemko Gunungsitoli juga melaksanakan penandatanganan komitmen bersama dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kota Gunungsitoli Tahun 2026 sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pelaksanaan Musrenbang RKPD Tahun 2027 dilanjutkan dengan penyampaian materi, yakni Kabid Perekonomian dan SDA Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Ibu Sri Puspa Sary, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Eljoi Naibaho, serta Kepala Bapperida Kota Gunungsitoli, Yurisman Telaumbanua.
Adapun nateri yang disampaikan memberikan gambaran komprehensif terkait kondisi ekonomi daerah, data statistik pembangunan, serta arah kebijakan perencanaan yang strategis dan berbasis data guna mendukung penyusunan RKPD yang lebih berkualitas dan tepat sasaran.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika P. Laoly, perwakilan Kapolres Nias, pimpinan dan anggota DPRD Kota Gunungsitoli, para staf ahli dan asisten Sekda, camat se-Kota Gunungsitoli, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli, pimpinan organisasi kemasyarakatan, OKP, LSM, insan pers, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, Forum Anak Kota Gunungsitoli, organisasi penyandang disabilitas, serta undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan Musrenbang RKPD Kota Gunungsitoli Tahun 2027 kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase.
Penutupan ini menandai berakhirnya seluruh tahapan forum perencanaan yang diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang aspiratif, sinergis, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. [CKZ]