NIAS WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, mengharapkan melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) tahun 2026 dapat melahirkan rumusan kebijakan dan peraturan baru demi kelancaran lalu lintas.
Selain itu, Martinus Lase juga menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik dari masyarakat.
Baca Juga:
Polres Subulussalam Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah 2026
Hal itu diutarakannya saat membuka FLLAJ Kota Gunungsitoli tahun 2026, di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Kamis (26/2/2026).
"Setiap kebijakan yang diambil tentu tidak terlepas dari pro dan kontra, namun hal tersebut harus diterima sebagai bagian dari proses pembangunan," kata Martinus Lase.
Menurutnya, FLLAJ yang diinisiasi oleh Pemko Gunungsitoli melalui Dinas Perhubungan sebagai wadah koordinasi, sinkronisasi, dan perumusan kebijakan strategis di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.
Baca Juga:
Zig-zag Saat Video Call, Pengemudi Tabrak Pekerja Marka Jalan hingga Tewas
"Forum ini memiliki peran penting dalam merumuskan langkah-langkah kebijakan, khususnya dalam rekayasa lalu lintas guna menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran bagi seluruh pengguna jalan di Kota Gunungsitoli.
Untuk itu, lanjut dia, sumbangsih pemikiran dari seluruh peserta forum akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan yang tepat, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Kalau ada suara yang tidak enak, kita harus terima. Yang terpenting adalah apa yang akan kita lakukan hari ini dapat melahirkan rumusan kebijakan dan peraturan baru yang diambil dengan sikap berani demi kelancaran lalu lintas di Kota Gunungsitoli,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan memberikan gagasan konstruktif demi terciptanya sistem transportasi yang tertib dan berkelanjutan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kadis Perhubungan Kota Gunungsitoli yang memaparkan kondisi terkini lalu lintas dan angkutan jalan di Kota Gunungsitoli, termasuk tantangan yang dihadapi seperti peningkatan volume kendaraan, penataan parkir, titik-titik rawan kemacetan, serta upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas.
Forum ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Kanit Polres Nias, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, perwakilan BAPPERIDA, Jasa Raharja, Samsat, mewakili Rektor UNIAS serta unsur terkait lainnya. [CKZ]