Credit Suisse juga menyoroti kurangnya aset pensiun di sebagian besar negara Asia, termasuk di Indonesia. Menurutnya, kebanyakan pendapatan di masa bekerja para penduduk tua di Asia habis untuk memenuhi hidup.
Belum lagi stigma orang tua bertopang hidup pada anaknya di usia tua juga masih besar. Hal ini juga yang membuat tabungan pensiun sangat sedikit.
Baca Juga:
Punya Kekayaan Selangit, Konglomerat Teknologi Jensen Huang Senang Makan di Kaki Lima
"Ada beberapa transfer beban antargenerasi, misalnya saya dibiayai oleh orang tua saya kemudian saya mendanai anak-anak saya saat bekerja. Nah saya harap mereka mendanai saya juga di hari tua saya," papar Neelkanth.
Meski begitu, tabungan pensiun mulai meningkat di beberapa negara Asia.
"Kekhawatiran tentang masa depan mendorong masyarakat mulai menabung untuk hari tuanya," sebutnya.[zbr/CKZ]