Motivasi Gea menjelaskan bahwa sungai Simambali merupakan anak sungai dari Sungai Idano Mola yang memiliki arus deras, terutama saat musim hujan. Hal ini diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban terbawa arus.
Setelah jasad korban ditemukan, Tim yang terdiri dari Basarnas Nias, BPBD Nias, tenaga medis Puskesmas Bawolato, serta aparat kepolisian dan TNI segera melakukan proses evakuasi.
Baca Juga:
5 Hari Hilang Pasca Hanyut, Pendulang Emas di Dairi Ditemukan Tewas
Ia mengatakan, atas permintaan keluarga, jenazah korban langsung dibersihkan di lokasi dibantu tim medis.
Setelah itu sekitar pukul 10.00 Wib, jasad korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke rumah keluarga.
Setibanya di rumah duka, Kapolsek Bawolato, bersama perwakilan Basarnas Nias, BPBD Nias, serta tokoh masyarakat setempat menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga.
Baca Juga:
Banjir Sebabkan Satu Unit Rumah di Gorontalo Utara Hanyut
"Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak keberatan atas insiden yang menimpa anak mereka. Mereka juga sepakat untuk tidak melakukan autopsi dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai, dan rencananya dimakamkan pada hari yang sama," terangnya.
Atas kejadian ini, Motivasi Gea mengingatkan, kepada masyarakat setempat untuk lebih berhati-hati saat menyeberangi sungai, terutama saat debit air meningkat akibat hujan deras.
"Kita menghimbau warga agar lebih waspada dan untuk mempertimbangkan menggunakan jalur alternatif yang lebih aman," tambahnya. [CKZ]