NIAS.WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Kepolisian Resor (Polres) Nias hingga saat ini secara maraton melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam pengungkapan kasus penemuan mayat seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Alasa Talumuzoi, inisial AZ (17), warga Dusun IV, Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, pada Jumat (15/5/2026).
Sebanyak 11 orang saksi telah diperiksa, hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Soni Zalukhu, dihubungi WAHANANEWS.CO, Jum'at (22/5/2026) siang.
Baca Juga:
Geger Penemuan Mayat Siswi SMK di Nias Utara, Diduga Korban Pembunuhan
"Beberapa saksi yang sudah kita ambil keterangannya, ada yang masih belum terbuka, sehingga perlu kita lakukan pemeriksaan secara berulang-ulang," kata Soni.
Bukan hanya itu, lanjut Soni, rencananya akan ada beberapa saksi lagi yang akan diperiksa.
"Dan ada beberapa lagi saksi di kemudian akan diperiksa," katanya.
Baca Juga:
Polisi Kasus pembunuhan di Bekasi, Motif Utang Piutang
Sejumlah Hambatan dalam Pengungkapan
Ia mengatakan bahwa dalam pengungkapan kasus tersebut pihaknya masih menemui beberapa hambatan.
"Para saksi yang telah dimintai keterangannya masih ragu dan takut untuk memberikan keterangan, itulah salah satu hambatannya," sebutnya.
Selain itu, kata Soni, Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat mayat ditemukan sudah sempat rusak karena dikerumuni warga.
Rusaknya TKP menjadi salah satu hambatan yang mana kondisi tersebut menghilangkan atau mengubah bukti dan jejak forensik sehingga menyulitkan Penyidik dalam melakukan proses pengungkapan serta rekonstruksi kronologi kejadian.
"TKP sudah rusak saat mayat ditemukan, karena sempat dikerumuni warga, seperti rumput dan dahan ranting patah, sehingga sulit untuk disimpulkan," ujarnya.
Kemudian, untuk pemeriksaan beberapa handphone saksi juga membutuhkan waktu dikarenakan laboratorium forensik (Labfor) di Polda Sumatera Utara. Proses ini juga bertujuan untuk menganalisis dan mengekstraksi barang bukti elektronik guna kepentingan penyidikan.
"Jadi kita harus bawa ke Labfor, itu di Medan, di Polda, dan membutuhkan waktu karena jarak dan prosesnya," terangnya.
Polres Nias Harap Dukungan Masyarakat
Meski demikian, Soni optimis pihaknya dapat mengungkap kasus ini dengan terang benderang. Namun ia tidak bisa menutupi rasa kecewanya atas tudingan jika tidak serius dan profesional dalam mengungkap kasus ini.
"Justru saat ini kami berupaya sangat keras [mengungkap_red], kami mohon dukungan masyarakat, berikan kami motivasi (semangat), berikan kami informasi, kami pastikan setiap informasi akan kami respons dan menjaga kerahasiaan dari sumber informasi," ujarnya.
Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoaks terkait kasus ini.
"Kami harapkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebanaran. Sekali lagi kami mohon dukungan dan informasi dari masyarakat," ucapnya.
Otopsi
Sebelumnya, Polres Nias terus mendalami kasus ini dengan menghadirkan Tim Spesialis Forensik RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara untuk melakukan otopsi terhadap jenazah di RSUD M. Thomson Nias pada Minggu (17/05/2026).
"Tapi hasil otopsinya tidak bisa kami sampaikan secara terinci, karena masih dalam penyelidikan atau penyidikan," kata Soni Zalukhu, dihubungi pada Selasa (19/5/2026) malam.
Namun, lanjut Soni Zalukhu, ada beberapa kejanggalan saat mayat ditemukan.
"Korban menggunakan pakaian seragam sekolah SMK, di kepala ada benturan benda keras, dan kedua lengan lebam, sedangkan pada alat kelamin ada kelainan," ungkapnya.
Otopsi dilaksanakan oleh tim Spesialis Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara yang terdiri dari dr. Ismurizal, Sp.F., M.H., Wagianto, S.Kep., Ners dan Jalal.
Seluruh rangkaian proses otopsi telah dilaksanakan. Hasil dari otopsi nantinya menjadi data penting dan bukti pendukung dalam proses penyelidikan kasus yang sedang ditangani oleh pihak Kepolisian.
Setelah proses otopsi selesai dilakukan, Jenazah korban kemudian diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk segera dilaksanakan pemakaman.
Sebagai informasi, mayat korban ditemukan sekira pukul 17.30 Wib dengan kondisi tubuh terlentang di aliran sungai kecil yang ada di dalam kawasan perkebunan. Diduga korban pembunuhan.
Korban sempat dilaporkan hilang sejak Rabu, (13/5/2026). Tragisnya, setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, warga dan pihak keluarga menemukan AZ dalam kondisi tak bernyawa.
Di lokasi, petugas menemukan barang-barang milik korban berupa tas, baju sekolah, dan sepatu. [CKZ]