Memastikannya sejalan dengan kemampuan perekonomian nasional dengan tetap mengutamakan dukungan kesehatan dan ekonomi keluarga.
“Dialog antara lembaga-lembaga keuangan internasional dan para pembuat kebijakan di Indonesia mencerminkan pengakuan yang lebih luas atas potensi manfaat dari kerugian program ini,” tambahnya.
Baca Juga:
Luhut Tanggapi Masukan Bank Dunia Soal Tingkat Kepatuhan Warga Indonesia Membayar Pajak
Program makan siang gratis yang diusung pasangan Prabowo-Gibran bertujuan memerangi stunting melalui dukungan gizi kepada jutaan orang, yang mempunyai potensi dampak ekonomi yang memerlukan pengawasan cermat.
Dengan visi memberian bantuan gizi kepada lebih dari 80 juta siswa dan kelompok rentang pada 2029, tujuan besar program ini juga diimbangi biaya besar, diperiraan mencapai Rp 400 triliun.
Tujuannya adalah untuk menawarkan makanan sebesar Rp15.000 per anak setiap hari, yang menurut Bank Dunia sebuah komitmen finansial yang memerlukan keseimbangan antara ambisi dan tanggung jawab fiskal.
Baca Juga:
RSUD Rejang Lebong Tunggu Bantuan Hibah Bank Dunia Melalui Kemenkes RI
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]