NIAS.WAHANANEWS.CO, Nias Barat - Pemerintah Kabupaten Nias Barat menyelenggarakan kegiatan Edukasi Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Edukasi Keuangan kepada Pelajar, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, dengan menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan dan PT Bank Sumut.
Baca Juga:
Di Ruang Kelas Universitas Indonesia, Wamenkeu Suahasil Nazara Terangkan Seluk Beluk Perpajakan dalam Perekonomian Negara
Foto bersama usai kegiatan. [WAHSNANEWS/Ist]
Pada kegiatan itu, Eliyunus Waruwu, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai produk dan layanan keuangan.
Namun menurutnya, kemudahan tersebut juga diikuti berbagai risiko, seperti penipuan digital, pinjaman daring ilegal, investasi bodong, judi daring, serta pencurian dan penyalahgunaan data pribadi.
Baca Juga:
Faktor Usia dan PHK, Pembayaran Dana Pensiun Tembus Rp 20,79 Triliun
“ASN harus menjadi contoh dalam mengelola keuangan secara bijak, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja maupun di tengah masyarakat. Sebelum menggunakan produk jasa keuangan, pastikan produknya legal dan penawarannya logis,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menghindari utang konsumtif, menyiapkan tabungan dan dana darurat, serta tidak mudah memberikan PIN, kode OTP, kata sandi maupun data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Selain kepada ASN, dia menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak usia sekolah. Untuk itu, Dinas Pendidikan diminta menindaklanjuti kegiatan tersebut melalui edukasi keuangan kepada pelajar di seluruh sekolah di Kabupaten Nias Barat.
“Anak-anak harus dibiasakan menabung, mengelola uang saku, memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta mengetahui bahaya pinjaman ilegal, investasi bodong dan judi online. Pengetahuan ini penting untuk melindungi masa depan mereka,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Nias Barat, OJK, PT Bank Sumut, lembaga pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan agar literasi dan inklusi keuangan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Literasi keuangan bukan hanya kemampuan menggunakan uang, tetapi kemampuan mengambil keputusan yang benar, melindungi diri dan keluarga, serta merencanakan masa depan dengan lebih baik. Hal ini sejalan dengan visi Nias Barat CERAH–BERSINAR: Cerdas, Sejahtera dan Sehat,” tambahnya.
Adapun materi edukasi disampaikan oleh Reza Leonhard Osenta Mayda, Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, serta Rini Maulisa, Pimpinan Departemen Merchant & e-Business PT Bank Sumut Kantor Pusat.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan Buku Tabungan Simpanan Pelajar atau SimPel kepada para pelajar oleh PT Bank Sumut sebagai upaya menumbuhkan budaya menabung dan pengelolaan keuangan sejak dini.