NIAS.WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Polres Nias memastikan komitmennya dalam menangani setiap laporan masyarakat secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hal itu disampaikan Kapolres Nias, AKBP Agung, melalui Kasat Reskrim, AKP Sonifati Zalukhu, menyusul telah diterimanya tiga laporan polisi pada Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga:
Polda Maluku PTDH Bripda Mesias Viktor Siahaya Usai Sidang 14 Jam
Adapun ketiga laporan dimaksud yaitu Laporan Polisi Nomor : LP/B/2/I/2026/SPKT/Polres Nias/Polda Sumatera Utara dengan pelapor atas nama Sozaro Zendrato.
Kemudian Laporan Polisi Nomor : LP/B/3/I/2026/SPKT/Polres Nias/Polda Sumatera Utara dan LP/B/4/I/2026/SPKT/Polres Nias/Polda Sumatera Utara dengan pelapor atas nama Aldo Cipta Grassius Zendrato.
"Kita telah melakukan sejumlah langkah awal dalam proses penanganan laporan itu, antara lain penerimaan laporan polisi, kelengkapan administrasi penyelidikan (mindik), pembuatan surat permintaan klarifikasi kepada para saksi, serta penyusunan rencana pengecekan tempat kejadian perkara (TKP),” kata Sonifati Zalukhu dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (6/1/2026) siang.
Baca Juga:
DPR Desak Polri Transparan Usut Tewasnya Siswa MTs di Tual
Personel Propam Polres Nias, mengecek kondisi salah seorang personel Polsek Mandrehe. [WAHANANEWS/Ist]
Sonifati Zalukhu membeberkan jika ketiga laporan tersebut peristiwanya terjadi di Desa Tarakhaini, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kota Gunungsitoli, pada Sabtu 3 Januari 2026.
Dalam kejadian tersebut, di waktu dan TKP yang sama kedua belah pihak melaporkan mengalami kekerasan fisik dan penganiayaan termasuk Aldo Cipta Grassius Zendrato mengalami kehilangan handphone miliknya.
Ia mengatakan bahwa perkembangan lebih lanjut terkait perkara ini akan disampaikan kepada publik sesuai dengan hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan.
"Seluruh tahapan penanganan perkara dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas," tegasnya.
Sementara Kasi Propam Polres Nias, Ipda Gunawan Zato, menanggapi adanya informasi dugaan keterlibatan Personel Polsek Mandrehe atas nama Briptu Aldo Cipta Grassius Zendrato mengatakan telah mengambil langkah awal berupa pemeriksaan internal.
“Propam Polres Nias telah melakukan pemeriksaan awal. Namun, untuk sementara pemeriksaan tersebut belum dapat dilanjutkan karena personel yang bersangkutan saat ini sedang menjalani perawatan medis (opname) di Rumah Sakit Thomson Gunungsitoli,” terang Gunawan. [CKZ]