NIAS.WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli melaksanakan pelatihan pembuatan keripik ikan dan pelatihan pengolahan pisang. Pelatihan ini dilaksanakan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Dagkopnaker) untuk rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing UMKM menuju Gunungsitoli Hebat.
Pelatihan ini dilaksanakan selama empat hari dimulai 2 hingga 5 Juni 2026, dengan pelatihan perdana berupa pembuatan keripik ikan yang digelar di Ruang Rapat Gasebo GS 88 Gunungsitoli, Selasa (02/06/2026).
Baca Juga:
Wabup Toba Apresiasi Pelatihan Dasar TAGANA Unsur Rajawali
Selain itu, pelatihan ini bertujuan mendorong lahirnya peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperkuat kapasitas pelaku UMKM.
Kepala Dinas Dagkopnaker Kota Gunungsitoli, Dafril Hulu, mengungkapkan salah satu alasan dipilihnya produk keripik ikan sebagai materi pelatihan karena melimpahnya potensi hasil perikanan di Kota Gunungsitoli, sehingga dapat menghasilkan produk olahan yang bernilai ekonomi lebih tinggi dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
"UMKM memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian daerah karena jumlahnya mendominasi lebih dari 99 persen dari seluruh pelaku usaha di Kota Gunungsitoli," kata Dafril Hulu, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga:
Menuju Sulsel, Tiga KK Sukawening Dapat Pelatihan Anyaman Bambu dari Disnakertrans Sumedang
Oleh karena itu, lanjut Dafril, penguatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang ditargetkan berada pada kisaran 4,3–4,7 persen pada tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam meningkatkan kualitas produk, mendorong inovasi, dan melahirkan produk-produk unggulan daerah yang memiliki daya saing serta karakteristik khas Gunungsitoli.
"Pemilihan materi pelatihan juga didasarkan pada potensi pasar, ketersediaan bahan baku, daya saing produk, dan peluang pemasaran yang terus berkembang," terangnya.
Dafril Hulu juga membeberkan bahwa proses pemilihan peserta pelatihan dilakukan secara selektif melalui perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan oleh para peserta, terutama bagi masyarakat yang baru memulai usaha.
Sementara bagi pelaku UMKM yang telah memiliki usaha, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, menambah nilai jual, serta mendorong lahirnya inovasi dan diversifikasi produk yang lebih kompetitif.
Pemko Gunungsitoli sendiri akan terus mendukung pengembangan UMKM melalui perluasan akses pasar, penguatan kemitraan dengan pelaku usaha ritel, serta pendampingan berkelanjutan bagi peserta pelatihan, termasuk dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi usaha yang diperlukan.
"Kita berharap melalui kegiatan ini semakin banyak lahir UMKM yang tangguh, kreatif, dan inovatif, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah menuju Gunungsitoli Hebat," pungkasnya. [CKZ]