Kiprahnya kian nyata dari undangan yang kerap ia terima sebagai pembicara atau narasumber di berbagai forum, khususnya terkait topik koding dan kecerdasan artifisial.
Tidak berhenti di sana, Feberman juga dinobatkan sebagai Peserta Favorit dalam ajang berbagi praktik baik di Guru Mengajar dan Diklatmandiri.id, serta aktif menulis di Surat Kabar Guru Belajar.
Baca Juga:
Emosi Sesaat Berujung Sanksi, Ini Hasil Mediasi Kasus Guru Dikeroyok Siswa
Semua pencapaian ini menunjukkan bahwa gagasan yang ia sampaikan berakar dari pengalaman nyata sebagai pendidik yang terus berinovasi.
Bagi Feberman, masa depan pendidikan digital di Nias bukanlah hal yang mustahil. Selama guru dan pelajar mau membuka diri dengan cara kreatif, maka keterbatasan bukan lagi penghalang.
“Saya yakin, dari Nias juga bisa lahir anak-anak yang menguasai koding dan kecerdasan artifisial. Yang kita butuhkan adalah keberanian untuk mencoba dan kesediaan untuk berinovasi,” ujarnya menutup perbincangan.
Baca Juga:
Mobil MBG Terobos Halaman Sekolah SDN Kalibaru, 19 Siswa dan Seorang Guru Jadi korban
Optimisme itu kini menjadi energi baru. Dari Pulau Nias, Feberman menunjukkan bahwa pendidikan digital tidak hanya milik kota besar.
Dengan cara kreatif, ia membuktikan bahwa pelajar di kepulauan pun dapat melangkah sejajar menghadapi tantangan era digital. [CKZ]