Mendengar itu, Eliyunus Waruwu pun tergugah. Sembari tersenyum ia mengatakan akan menyiapkan langkah-langkah agar Yehheskiel kembali sekolah tanpa meninggalkan tanggung jawabnya merawat sang ayah yang kini sedang sakit stroke.
"Ini bukan hanya tentang satu anak dan satu kursi sekolah. Ini tentang keberpihakan, tentang kemanusiaan, dan tentang komitmen membangun SDM Nias Barat. Kita akan menyiapkan langkah-langkah agar Yehheskiel kembali sekolah," kata Eliyunus Waruwu.
Baca Juga:
Safari Ramadan PAMA Santuni 1.060 Anak Yatim di Muara Enim dan Lahat
Dari Yehheskiel, kita belajar tentang keberanian, cinta kepada keluarga, dan semangat yang tidak pernah menyerah.
"Tuhan Yesus memberkatimu ananda Yehheskiel," kata Eliyunus Waruwu.
Pertemuan itu berlangsung singkat. Usai menyampaikan keluhannya, Yeheskiel pun pamit dan pulang ke rumah. [CKZ]