Ini dikarenakan Caesar dan Sosigenes gagal menghitung tahun kabisat.
Hal ini menimbulkan kesalahan banyak peristiwa terjadi musim yang salam dan kesalahan dalam menentukan tanggal Paskah.
Baca Juga:
Yuk Manfaatkan Promo PLN: Tambah Daya Hemat, Biaya Cuma Rp202.400!
Oleh karena itu pada 1570-an, Paus Gregorius XIII menugaskan astronom Jesuit Christopher Clavius untuk membuat kalender baru.
Kemudian di tahun 1582, kalender Gregorian diterapkan dan menghilangkan 10 hari untuk tahun itu dan menetapkan aturan baru bahwa hanya satu dari setiap empat abad yang harus menjadi tahun kabisat.
Melansir dari Britannica, negara Italia, Prancis, dan Spanyol termasuk di antara negara-negara yang segera menerima kalender baru. Sementara negara-negara Protestan dan Ortodoks terlambat mengadopsinya.
Baca Juga:
PLN Beri Kemudahan: Promo Tambahan Daya, Biaya Ringan Hanya Rp202.400
Kemudian untuk Inggris Raya dan Amerika baru mulai mengikuti kalender Gregorian di tahun 1752.
Sebelumnya, mereka merayakan Hari Tahun Baru pada tanggal 25 Maret.
Akhirnya, hampir seluruh orang di seluruh dunia berkumpul secara massal pada 1 Januari untuk merayakan kedatangan tahun baru yang tepat. [sdy/CKZ]