"Salah satunya adalah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pemahaman komprehensif, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan pemecahan masalah," jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, adaptif, dan modern. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai diyakini mampu meningkatkan motivasi serta hasil belajar peserta didik.
Baca Juga:
Prabowo Tekankan Pendidikan sebagai Kunci Kebangkitan Bangsa
Di sisi lain, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas.
"Guru memiliki peran sentral sebagai teladan, penggerak, sekaligus agen perubahan dalam membangun peradaban bangsa," kata Sowa'a Laoli.
Pemerintah Kota Gunungsitoli menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan sektor pendidikan di daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, diharapkan dapat terwujud generasi yang unggul, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga:
Hadiri Peringatan Hardiknas, Prabowo Saksikan Demonstrasi Pembelajaran dengan Teknologi Smart Board
Momentum Hardiknas Tahun 2026 ini diharapkan menjadi penguat semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas diri, serta memperkuat komitmen dalam memajukan dunia pendidikan.
Peringatan Hardiknas pada tahun ini mengusung semangat: “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”
Usai upacara, Wali Kota Gunungsitoli menyerahkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian kepada sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah memasuki masa pensiun, yakni Yaterorogö Gea, Megaria Murni Wati Gulo, Ramona Zebua, Meriani Gea, Amoni Zebua, Sukmawati Lase, Senti Sitompul.