NIAS.WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Isu minimnya pembukaan lapangan pekerjaan di Kota Gunungsitoli saat ini tengah menjadi perhatian publik. Isu ini pun menjadi perbincangan hangat dan berkembang di ruang publik sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan beberapa media.
Atas adanya isu tersebut, Pemko Gunungsitoli memberikan tanggapan.
Baca Juga:
Prabowo: Uang yang Diselamatkan dari Korupsi Kini Dikembalikan ke Rakyat
Komitmen dan Tantangan Struktural Wilayah
Pemko Gunungsitoli menegaskan komitmennya dalam membuka dan memperluas lapangan kerja sebagai respons. Ketersediaan lapangan kerja merupakan hal yang penting dan menjadi tanggung jawab bersama.
Namun demikian, anggapan bahwa belum ada langkah nyata yang dilakukan perlu diluruskan berdasarkan data dan fakta yang ada, hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Gunungsitoli, Yurisman Telaumbanua.
Baca Juga:
Prabowo Beberkan Capaian Investasi dan Ekonomi Nasional: 1,9 Juta Lapangan Kerja Tercipta
"Secara objektif, Kota Gunungsitoli menghadapi tantangan struktural sebagai wilayah kepulauan, antara lain tingginya biaya logistik, keterbatasan daya tarik investasi, serta risiko gangguan rantai pasok. Kondisi ini turut memengaruhi dinamika penciptaan lapangan kerja di daerah," kata Yurisman Telaumbanua dikutip dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun facebook Pemko Gunungsitoli, Kamis (7/5/2026).
Data Angkatan Kerja
Berdasarkan data tahun 2025, jumlah angkatan kerja di Kota Gunungsitoli tercatat sebanyak 73.301 orang, dengan 70.890 orang atau 96,71% telah bekerja, sementara tingkat pengangguran berada pada angka 3,29%. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk usia kerja telah terserap dalam aktivitas ekonomi.