NIAS.WAHANANEWS.CO, Gunungsitoli - Di momen bulan suci Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Andhika P. Laoly, mengingatkan agar para pelaku usaha tidak melakukan praktik menimbun beras maupun menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan.
“HET harus menjadi acuan bersama agar tidak ada harga yang semena-mena. Jika ditemukan harga yang tidak wajar, silakan dilaporkan. Kita tidak ingin ada penimbunan beras maupun praktik penjualan di atas ketentuan. Transparansi dalam pelaporan juga harus kita dukung bersama,” kata Andhika saat menghadiri kegiatan sosialisasi mendukung kelancaran pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tingkat pasar dan kecamatan se-Kota Gunungsitoli yang dilaksanakan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Gunungsitoli, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga:
Pasar Ramadhan 1447 H Resmi Dibuka, Pemkab Muara Enim Hadirkan Kuliner Sehat dan Operasi Pasar Murah
Pada kegiatan yang diikuti berbagai pemangku kepentingan itu, Andhika menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan beras SPHP bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.
Hematnya, tantangan utama distribusi pangan di Kota Gunungsitoli adalah faktor geografis sebagai wilayah kepulauan, yang berdampak pada keterbatasan stok di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Melalui Satuan Tugas (Satgas) pangan, pemerintah akan melakukan intervensi dan pengaturan guna menormalisasi harga di pasaran.
Baca Juga:
Di Balik Terangnya Listrik, Ada Hati yang Peduli: PLN UID Sumut Bantu Korban Banjir Tapanuli Tengah
"HET menjadi pedoman utama agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar dan merugikan masyarakat," tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut mantan Inspektur Daerah Kabupaten Nias itu mengimbau seluruh pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara sepihak, terlebih menjelang hari raya Idul Fitri.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam pengendalian harga dan menjaga stabilitas pasokan.
“Kita berharap adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan para pengusaha dalam pengendalian harga. Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan Perum BULOG, pihak Kepolisian melalui Polres, serta TNI guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Pimpinan Perum BULOG, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Satuan Tugas Ketahanan Pangan, serta para RPK (Rumah Pangan Kita) mitra pengecer beras SPHP. [CKZ]