“Anak-anak harus dibiasakan menabung, mengelola uang saku, memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta mengetahui bahaya pinjaman ilegal, investasi bodong dan judi online. Pengetahuan ini penting untuk melindungi masa depan mereka,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Nias Barat, OJK, PT Bank Sumut, lembaga pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan agar literasi dan inklusi keuangan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga:
Di Ruang Kelas Universitas Indonesia, Wamenkeu Suahasil Nazara Terangkan Seluk Beluk Perpajakan dalam Perekonomian Negara
“Literasi keuangan bukan hanya kemampuan menggunakan uang, tetapi kemampuan mengambil keputusan yang benar, melindungi diri dan keluarga, serta merencanakan masa depan dengan lebih baik. Hal ini sejalan dengan visi Nias Barat CERAH–BERSINAR: Cerdas, Sejahtera dan Sehat,” tambahnya.
Adapun materi edukasi disampaikan oleh Reza Leonhard Osenta Mayda, Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, serta Rini Maulisa, Pimpinan Departemen Merchant & e-Business PT Bank Sumut Kantor Pusat.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan Buku Tabungan Simpanan Pelajar atau SimPel kepada para pelajar oleh PT Bank Sumut sebagai upaya menumbuhkan budaya menabung dan pengelolaan keuangan sejak dini.