Sedangkan, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Nias Barat, Rawati Gulo, mengaku telah mendengar isu video viral tersebut. Ia mengatakan pihaknya tidak dapat memproses sebelum menerima laporan resmi.
"Iya, isu-isu sih udah, isu-isu, tapi benar apa nggak kan kita masih belum tau. Kita harus menunggu dulu itu, apa ada pengaduan resmi seterusnya kita proses, sepanjang tidak ada itu ya berarti nggak ada, nggak bisa kita proses," kata Rawati. [CKZ]