NIAS.WAHANANEWS.CO, Nias Utara - Keluarga korban pembunuhan siswi SMK Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, AZ (17), masih dihantui rasa takut dan trauma untuk pulang ke rumahnya karena pelaku masih berkeliaran dan belum ditangkap.
Saat ini, mereka mereka menumpang di rumah kerabat orang tua korban.
Baca Juga:
Geger Penemuan Mayat Siswi SMK di Nias Utara, Diduga Korban Pembunuhan
"Rumah tempat kami berada saat ini adalah bukan rumah kami tetapi rumah milik keponakan kami," kata ayah korban, Ama Jance Zebua, dikutip dalam video pendek yang diterima WAHANANEWS.CO, Kamis (28/5/2026) siang.
Sejak pembunuhan itu terjadi, Ama Jance Zebua menuturkan jika mereka tidak berani untuk pulang ke rumahnya.
"Kami tidak pernah pergi ke rumah, karena kejadian ini masih belum dinyatakan aman," ujarnya.
Baca Juga:
Viral Siswi SMK di Garut Histeris usai Rambut Digunting Guru BK
Lebih jauh, Ama Jance menuturkan peristiwa tragis yang telah terjadi sangat menyakitkan bagi mereka.
"Secara manusia hal ini tidak sanggup kami terima, kami betul-betul sangat terpukul," ucapnya dengan sedih.
Sampai saat ini, kata Ama Jance Zebua, siapa pelaku pembunuhan itu masih belum terungkap.
Ia pun memohon dukungan seluruh masyarakat baik yang ada di Pulau Nias maupun di seberang karena mereka ini adalah keluarga kurang mampu.
"Selama ini, kami pergi ke seberang bukan karena kaya, tapi hanya untuk mencari nafkah buat kebutuhan anak-anak kami," imbuhnya.
Di keluarga, mereka dikaruniai empat anak, di antaranya tiga laki-laki dan satu perempuan.
"Anak kami perempuan yang telah dibunuh oleh seseorang," sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kepulauan Nias diguncang atas peristiwa tragis penemuan mayat seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, AZ, di aliran sungai kecil yang ada di dalam sebuah kebun, pada Jumat (15/5/2026) sore, sekira pukul 17.30 Wib.
Fakta-fakta dan Kejanggalan
AZ warga Desa Hilina'a, sempat dilaporkan hilang sejak Rabu, (13/5/2026). Tragisnya, setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, warga dan pihak keluarga menemukan mayatnya.
Saat mayat korban ditemukan terdapat sejumlah fakta dan kejanggalan.
Korban menggunakan pakaian seragam sekolah SMK dengan rok tersingkap ke atas.
Di lokasi, petugas juga menemukan barang-barang milik korban berupa tas dan sepatu. Sedangkan di tubuh korban sendiri ada benturan benda keras di bagian kepala dan kedua lengannya lebam. Sementara kejanggalan lainnya pada alat kelamin korban ada kelainan.
Pihak Polres Nias, untuk mengungkap kasus ini telah melakukan serangkaian langkah. Dimulai dari cek TKP, dilanjutkan dengan menghadirkan Tim Spesialis Forensik RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara untuk melakukan otopsi terhadap jenazah di RSUD M. Thomson Nias pada Minggu (17/05/2026).
Kemudian belasan saksi juga sudah diambil keterangan. Bahkan ada yang diperiksa berulang-ulang karena masih belum terbuka, ragu dan takut untuk memberikan keterangan.
Hambatan
Polres Nias sendiri membeberkan sejumlah hambatan yang ditemui dalam pengungkapan kasus ini.
Selain para saksi yang telah dimintai keterangannya, Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat mayat ditemukan sudah sempat rusak karena dikerumuni warga.
Rusaknya TKP menjadi salah satu hambatan yang mana kondisi tersebut menghilangkan atau mengubah bukti dan jejak forensik sehingga menyulitkan Penyidik dalam melakukan proses pengungkapan serta rekonstruksi kronologi kejadian.
Kemudian, pemeriksaan beberapa handphone saksi juga membutuhkan waktu dikarenakan laboratorium forensik (Labfor) di Polda Sumatera Utara. Proses ini juga bertujuan untuk menganalisis dan mengekstraksi barang bukti elektronik guna kepentingan penyidikan.
Hingga kini, tabir gelap pelaku pembunuh gadis belia berparas cantik itu masih belum terungkap dan bebas berkeliaran. [CKZ]