“Diperkuat hari ini, untuk pencemaran sudah mulai menyebar, banyak sebaran yang merupakan titik-titik kecil,” bebernya.
“Secara pemantauan satelit paling rendah sebaran pencemaran aspal mentah tersebut sekitar 5,6 mil dan gumpalan yang terjauh sekitar 15,6 mil,” sebutnya.
Baca Juga:
Kami Ingin Lihat Aspal, Semeter Saja!
Oleh karena itu, untuk mengatasi pencemaran yang diakibatkan bocornya kapal MV AASHI bermuatan aspal mentah, pihaknya akan mengambil dua langkah.
“Yang pertama clean up dari pencemaran tersebut,” ujarnya.
Kemudian, langkah yang kedua, terkait penanganan dampak kepada warga sekitar [nelayan], indikasi terjadinya kerusakan padang lamun, terumbu karang dan wilayah pesisir.
Baca Juga:
Tidak Miliki Izin Lingkungan, Pengoperasian AMP di Waisai Sebabkan Pencemaran dan Timbulkan Penyakit ISPA
“Langkah kedua kita akan melakukan penegakan hukum,” tegasnya.
Untuk langkah kedua ini, lebih jauh ia menjelaskan akan dilakukan dengan cara berkolaborasi.
“Tentunya akan berkolaborasi, bersinergi dan berkordinasi dengan jajaran KLHK,” ujarnya.