NIAS.WAHANANEWS.CO, Nias Utara - Salah seorang Tokoh Masyarakat (Tomas) Kecamatan Alasa Talumuzoi (ATM), Emanuel Zebua, buka suara terkait pembunuhan siswa SMK, AZ (17) beberapa waktu lalu.
Ia memberi apresiasi dan mendukung sepenuhnya proses penyelidikan atau penyidikan yang saat ini tengah dilakukan Polres Nias.
Baca Juga:
Viral Siswi SMK di Garut Histeris usai Rambut Digunting Guru BK
"Dari pengamatan saya pihak Polres Nias bekerja maksimal, mulai dari ditemukan jenazah sampai saat ini tidak berhenti dan terus melakukan penyelidikan di TKP. Tentu hal ini kita dukung dan beri kepercayaan sepenuhnya kepada pihak Polres untuk dapat mengungkap kejadian ini, kata Emanuel Zebua kepada WAHANANEWS.CO, Rabu (27/5/2026) sore.
Ia mengatakan Penyidik masih mengumpulkan sejumlah bukti untuk membuat kasus ini terang benderang.
"Saya optimis kasus ini bisa diungkap. Bukti-bukti petunjuk, keterangan saksi dan lainnya sedang dihimpun Penyidik," ujarnya.
Baca Juga:
Guru Seni Budaya Diduga Lakukan Pelecehkan Kepada 11 Siswi SMKN 56 Jakarta
Menurut Anggota DPRD Kabupaten Nias Utara itu, Polres Nias selalu terbuka dan transparan terkait penanganan kasus ini.
"Menurut saya, pihak Polres Nias dalam penanganan kasus ini, informasi sekecil apapun selalu direspons. Jadi saya optimis kasus ini dapat segera terungkap," imbuhnya.
Di lain sisi, ia juga memberikan tanggapan atas dinamika di media sosial. Tak jarang, nitizen memberikan ragam komentar menyudutkan Kepolisian.
Bukan hanya itu, ada juga akun-akun yang memberikan informasi melalui komentar atau postingan di media sosial sosok pelaku pembunuhan itu.
"Tentu harapan saya kita jangan berspekulasi soal itu, mari kita percayakan kepada pihak berwajib atau Penyidik, mari kita dorong dan berikan semangat ke Penyidik agar kasus ini segera terungkap," harapnya.
Sebagaimana diketahui, tabir gelap pelaku pembunuhan gadis belia berparas cantik warga Desa Hilina'a itu masih belum terungkap sejak ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tubuh terlentang di aliran sungai kecil yang ada di dalam kawasan perkebunan, pada Jumat (15/5/2026) sore, sekira pukul 17.30 Wib.
AZ sempat dilaporkan hilang sejak Rabu, (13/5/2026). Tragisnya, setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, warga dan pihak keluarga menemukan mayatnya.
Untuk mengungkap kasus ini, diketahui pihak Polres Nias telah menghadirkan Tim Spesialis Forensik RS Bhayangkara Polda Sumatera Utara untuk melakukan otopsi terhadap jenazah di RSUD M. Thomson Nias pada Minggu (17/05/2026).
Tidak hanya itu, belasan saksi juga sudah diambil keterangan. Bahkan ada yang diperiksa berulang-ulang karena masih belum terbuka, ragu dan takut untuk memberikan keterangan.
Pihak Polres Nias sendiri membeberkan sejumlah hambatan yang ditemui dalam pengungkapan kasus ini.
Selain para saksi yang telah dimintai keterangannya, Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat mayat ditemukan sudah sempat rusak karena dikerumuni warga.
Rusaknya TKP menjadi salah satu hambatan yang mana kondisi tersebut menghilangkan atau mengubah bukti dan jejak forensik sehingga menyulitkan Penyidik dalam melakukan proses pengungkapan serta rekonstruksi kronologi kejadian.
Kemudian, pemeriksaan beberapa handphone saksi juga membutuhkan waktu dikarenakan laboratorium forensik (Labfor) di Polda Sumatera Utara. Proses ini juga bertujuan untuk menganalisis dan mengekstraksi barang bukti elektronik guna kepentingan penyidikan. [CKZ]