Presiden kemudian menyoroti kepuasan publik terhadap bidang hukum yang turun.
”Kepuasan publik terhadap bidang hukum, kita tahu, 2019, 2020, naik, tetapi masuk ke 2021 turun sedikit. Penegakan hukum harus tanpa pandang bulu. Ini dilihat masyarakat, lho,” ujar Presiden.
Baca Juga:
Polri Pulangkan 29 WNI yang Diduga Terlibat Judi Online dan Penipuan di Filipina
Pada kesempatan itu, Presiden hadir dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa; dan Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa masyarakat akan menilai, dan persepsi kepuasan publik tecermin dalam setiap survei.
Oleh sebab itu, pendekatan Polri harus persuasif dan dialogis.
Baca Juga:
Kejagung Sita 1 Juta Hektar Lahan Hutan, Target Satgas PKH Tercapai
Di hadapan jajaran kepolisian, Presiden menceritakan pengalamannya ketika datang ke sebuah daerah, kemudian ada mural dihapus.
”Ramai. ’Bapak Presiden, ini kan urusan mural.’ Wong saya dihina, saya dimaki-maki, difitnah, sudah biasa. Baca ini, hati-hati, ini kebebasan berpendapat,” katanya.
Presiden pun mengapresiasi langkah Kapolri membuat lomba mural yang hasilnya positif.