"Sementara, Prabowo tidak memiliki perantara dengan Jokowi, ini menyebabkan Jokowi bersiap mendukung dua tokoh dalam satu kontestasi," tuturnya.
Dedi menduga PDIP geram dengan langkah Gibran yang tak menunjukkan wibawa kepada partai moncong putih. Padahal, kata Dedi, Gibran merupakan kader baru dan tidak miliki pengaruh apapun di dalam partai.
Baca Juga:
Prabowo Singgung Pilpres 2029, Sebut AHY Bisa Berdampingan dengan Gibran
Di sisi lain, Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres PDIP Deddy Yevri Sitorus angkat suara terkait Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang memanggil Gibran usai mengumpulkan relawan untuk bertemu Prabowo.
Menurut Deddy, pemanggilan Gibran dalam konteks persiapan Rakernas yang akan dilaksanakan pada 5 Juni 2023. Ia mengatakan Gibran akan ditugaskan menjadi salah satu pembicara terkait masalah stunting dan pengentasan kemiskinan.
"Jadi tidak ada pemanggilan Gibran, dia yang bermohon datang menghadap. Tidak ada pembicaraan yang lain, apalagi pemanggilan dikaitkan dengan hal-hal lain (mengumpulkan sukarelawan Prabowo)," kata dia.
Baca Juga:
Wapres Gibran Apresiasi Gerak Cepat Mentan Amran di Sektor Pertanian
Deddy mengatakan pemanggilan Gibran oleh PDIP terkait mengumpulkan sukarelawan Prabowo hanya asumsi dan spekulasi dari orang luar saja.
Gibran dipanggil DPP PDIP tepat sehari setelah anak sulung Jokowi itu mengumpulkan sukarelawan Prabowo. Gibran mengaku mendapat telepon dari Hasto dan diminta menghadap ke DPP, Senin (22/5) besok.
Sementara itu pengamat politik dari Charta Politika Ardha Ranadireksa memandang pertemuan Gibran dan Prabowo terkait dengan wacana 'penerus Jokowi'.