NIAS.WAHANANEWS.CO, Nias Utara - Di tengah duka yang masih pekat dirasakan keluarga korban pembunuhan siswi SMK Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, AZ (17), sebuah empati datang dari Yasatulo Lase.
Pria yang akrab disapa Ama Ian itu merupakan putra asli asal Nias Utara. Kini berdomisili dan menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan.
Baca Juga:
Kasus Pembunuhan Siswi SMK Naik ke Penyidikan, Forwaka Apresiasi Polres Nias: Segera Tangkap Pelaku!
Ia merasa terenyuh atas peristiwa tragis yang merenggut nyawa AZ, dan duka paling mendalam dirasakan keluarga di tengah himpitan ekonomi yang serba kekurangan.
Keluarga korban pembunuhan siswi SMK Alasa Talumuzoi saat menerima tali asih dari perwakilan Yasatulo Lase. [WAHANANEWS/Ist]
Baca Juga:
Polres Nias Tuai Apresiasi Kasus Pembunuhan Siswi SMK di Nias Utara Naik ke Penyidikan
Melihat kondisi keluarga korban, ia pun menyalurkan bantuan tali asih. Bantuan tali asih itu diberikannya dengan mengutus perwakilan untuk menyampaikan kepada keluarga korban di Desa Hilina'a.
"Informasi ini saya dapat dari pemberitaan media sosial, dan saya meminta kesediaan Bapak Ama Lois Hulu bersama teman-teman untuk berkunjung dan menyampaikan bantuan yang seadanya," Yasatulo Lase kepada WAHANANEWS.CO, Rabu (3/6/2026).
Yasatulo Lase mengatakan bantuan tersebut sebagai tanda kepedulian bahwa keluarga korban tidak berjuang sendiri.
“Kami paham, luka ini tidak akan hilang dalam sehari. Tali asih ini adalah bentuk cinta dan kepedulian, Semoga sedikit meringankan beban, dan memberi kekuatan untuk melangkah,” ucapnya.
Peristiwa tragis itu, lanjut dia, menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling menjaga. Ia pun mengajak masyarakat ikut mendoakan agar kasus yang menimpa AZ dapat terungkap dengan terang benderang dan keluarga korban segera pulih.
"Bantuan ini murni kemanusiaan, tanpa muatan lain. Saya berharap penegak hukum dapat segera mengungkap pelakunya," ujarnya.
Adapun tali asih yang disalurkan berupa beras dan dana yang dikumpulkan bersama anggota Barisam Merah Putih (BMP) Nias Selatan.
Keluarga Korban Terharu dan Masih Mengungsi
Kedatangan rombongan yang membawa tali asih disambut haru orang tua korban, Tolosekhi Zebua alias Ama Jance bersama keluarga.
Saat menerima tali asih, Ama Jance tak bisa menutupi rasa harunya. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Yasatulo Lase.
"Semoga Tuhan membalas kebaikannya dan bapak-bapak yang meluangkan waktu melihat keadaan kami saat ini," ucap Ama Jance dengan mata berkaca-kaca.
Pada kesempatan itu Ama Jance juga membeberkan kondisi keluarganya pasca kejadian pilu itu. Hingga kini, pelaku belum terungkap. Dan mereka tidak berani pulang ke rumah karena masih merasa takut maupun trauma.
"Semua barang kebutuhan masih tertinggal di rumah. Anak-anak minggu depan ujian kenaikan kelas, tapi pakaian, buku, dan keperluan sekolah tidak bisa diambil. Kami tidak berani kembali sebelum pelaku ditemukan," tuturnya.
Keluarga Korban Tinggal di Rumah Kerabat
Saat ini, kata Ama Jance, ia dan keluarganya tinggal untuk sementara di rumah keponakan.
"Ini bukan rumah kami. Keponakan kasihan, jadi kami diizinkan tinggal sementara di sini," ujarnya.
Harapan Keluarga Korban ke APH
Selain itu, Ama Jance berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar proses penyidikan yang sedang berjalan dapat segera membuahkan hasil. Ia juga meminta diberikan informasi terkait perkembangan penanganan kasus.
"Saya sangat berharap pelaku pembunuhan anak saya segera ditemukan, termasuk siapa dalang di balik peristiwa ini. Semoga kami bisa tenang kembali dan beraktivitas seperti biasa. Kasihan anak-anak yang sedang sekolah," tambahnya.
Sebelumnya, mayat korban ditemukan sekira pukul 17.30 Wib dengan kondisi tubuh terlentang di aliran sungai kecil yang ada di dalam kawasan perkebunan. Diduga korban pembunuhan.
Korban sempat dilaporkan hilang sejak Rabu, (13/5/2026). Tragisnya, setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, warga dan pihak keluarga menemukan AZ dalam kondisi tak bernyawa.
Di lokasi, petugas menemukan barang-barang milik korban berupa tas, baju sekolah, dan sepatu. [CKZ]