Terpisah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lasara Sawo, Yurisman Medianto Telaumbanua, menerangkan bahwa pemilik dapur bukan Ketua DPRD Nias Utara. Justru dapur tersebut bernaung di bawah mitra mandiri Yayasan.
Sebagian tenaga kerja dan juga Pengurus Yayasan adalah warga lokal. Menurutnya, ini sesuai dengan harapan memberdayakan tenaga kerja lokal.
Baca Juga:
Pemprov Sultra Siapkan 57 Dapur SPPG Dukung Program Makan Bergizi Gratis
"Yang mengelola dapur SPPG ini yaitu kami yang ditugaskan oleh BGN sebagai Kepala SPPG. Dan yang membangun dan menfasilitasi dapur ini oleh mitra dibawah naungan Yayasan," terang Yurisman.
Yurisman pun menampik adanya tudingan yang menyebutkan jika dapur MBG tersebut dekat kuburan dan kandang babi.
"Ada kuburan orang tua yang sudah lebih 20-30 tahun silam, dan tidak mengganggu serta jauh dari lokasi dapur berada di luar pagar",
Baca Juga:
Dukung MBG Bank Tanah Siapkan 11 Lokasi Untuk Dapur
"Di lokasi tanah pertapakan dapur tidak benar ada kandang ternak babi dan ternak apapun, dapur ini telah diverifikasi dan divalidasi oleh Tim BGN. Bahkan, ada lima orang tenaga kerja yang beragama muslim," terangnya.
Dapur SPPG ini sudah mulai beroperasi atau launching pada 20 Agustus 2025 dengan 3.329 penerima manfaat mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA.
"Sampai saat ini untuk sementara tidak ada kendala yang fatal, sedapat mungkin sudah dapat kami tangani. Kami berharap agar pendistribusian MBG ini tetap berjalan lancar," tambahnya. [CKZ]