Menurutnya, langkah yang diambil oleh pemerintah sebagai persiapan dan pelatihan bangsa dalam menghadapi bencana apa pun secara mandiri.
"Ini adalah sebagai momentum tepat untuk pelatihan sebagai wujud nyata kemandirian kita bangsa Indonesia. Jadi untuk apa lagi kita harus paksakan Presiden atau negara untuk menjadikannya status bencana ini harus dijadikan bencana nasional?" ujarnya.
Baca Juga:
Buntut Video Viral Diduga Hisap Sabu, Anggota DPRD Nias Barat "SAG" Dilaporkan ke BK
Darwis pun menyarankan agar lebih baik fokus pada pembangunan dan perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias.
"Setidaknya berjuanglah menjadikan Pulau Nias ini menjadi Provinsi, itu jauh lebih tepat dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Kepulauan Nias Pak Dewan," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Darwis menyampaikan permintaan maaf bila yang disampaikannya menyinggung perasaan.
Baca Juga:
"SAG" Mangkir Klarifikasi soal Video Viral Diduga Hisap Sabu, Polres Nias Ambil Langkah Ini
"Tetapi saya harus objektif dalam hal ini dalam rangka saling koreksi," pungkasnya.
Sebelumnya, Berkat Kurniawan Laoli, meralat kembali pernyataannya tersebut. Politisi Partai NasDem itu menerangkan bahwa perkataan "Merdeka'" adalah sebuah ungkapan sikap politik yang mengandung empati terhadap sebuah situasi yang sedang kita alami di Sumatera Utara.
"Bukan untuk melakukan makar atau mendirikan sebuah negara Nias. Berkat Laoli Masih Indonesia Banget," kata Berkat Laoli dikutip melalui postingan di akun facebook miliknya, Rabu (17/12/2025),