NIAS.WAHANANEWS.CO, Nias Barat - Ruas jalan Sirombu - Afulu yang merupakan jalan non-status mengalami kerusakan hingga sempat terputus pada salah satu titik akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.
Ruas jalan ini sebelumnya dibangun melalui pembiayaan APBN. Putusnya ruas jalan ini sempat mengganggu akses transportasi masyarakat yang mengakibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.
Baca Juga:
Gubsu Bobby Kunjungi Sekolah dan Tinjau Pembangunan Jalan di Nias Utara
Ruas jalan Sirombu - Afulu memiliki fungsi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta konektivitas antara Kabupaten Nias Barat dengan wilayah Nias Utara.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Pangihutan Siahaan.
Kordinasi ini dilakukan Eliyunus Waruwu untuk meminta percepatan penanganan terhadap titik jalan yang mengalami kerusakan.
Baca Juga:
Bupati Tapteng: Pemprov Sumut Gelontorkan 9 Miliar Pembangunan Jalan Batas Tapteng Taput
BBPJN Sumatera Utara sendiri merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga, KemenPU yang menangani penyelenggaraan jalan nasional di wilayah Sumatera Utara.
Koordinasi itu pun mendapat respons cepat. Tim teknis segera melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan, mulai dari pemasangan rambu pengamanan hingga pekerjaan darurat untuk memulihkan badan jalan yang terputus.
Berdasarkan laporan lapangan pada Sabtu (8/8/2026), penanganan sementara telah berhasil dilakukan sehingga ruas Sirombu–Afulu sudah dapat kembali dilalui kendaraan.
Namun, penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat darurat dan akan dilanjutkan dengan penanganan yang lebih permanen.
Eliyunus Waruwu menyampaikan apresiasi kepada Menteri PU beserta jajaran Dirjen Bina Marga, khususnya Kepala BBPJN Sumatera Utara, Hardy Pangihutan Siahaan dan seluruh tim di lapangan atas respons cepat terhadap kondisi tersebut.
“Begitu mendapat informasi bahwa ruas Sirombu - Afulu mengalami kerusakan dan akses sempat terputus, kami langsung berkoordinasi dengan KemenPU melalui Kepala BBPJN Sumatera Utara. Puji Tuhan, responsnya sangat cepat dan hari ini jalan sudah dapat dilalui kembali,” ujarnya.
Ia mengatakan meskipun ruas tersebut berstatus jalan non-status, tapi jalan Sirombu - Afulu sangat penting bagi masyarakat dan memiliki nilai strategis dalam membuka konektivitas antardaerah di Pulau Nias.
“Saat ini penanganannya masih darurat. Kita berharap dan akan terus berkoordinasi dengan KemenPU agar selanjutnya dilakukan penanganan permanen sehingga jalan ini lebih kuat, aman dan tidak mudah terputus kembali ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” sebutnya.
Eliyunus Waruwu juga mengimbau masyarakat yang melintasi ruas jalan tersebut untuk tetap berhati-hati dan mengikuti rambu serta petunjuk petugas karena pekerjaan penanganan masih berlangsung.
Ia memastikan akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Pusat agar ruas Sirombu - Afulu tidak hanya ditangani pada titik kerusakan, tetapi dapat terus ditingkatkan secara menyeluruh sebagai jalur strategis yang menghubungkan Nias Barat dengan Nias Utara.
“Akses masyarakat tidak boleh terputus. Pemerintah harus hadir, bergerak cepat dan membangun sinergi. Terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan BBPJN Sumatera Utara atas respons cepat untuk masyarakat Nias Barat," ucapnya. [CKZ]