"Itu sudah lumrah buat kita di Nias, bukan tujuannya untuk berjudi tetapi lebih dari pada bagaimana kita sebagai makhluk sosial saling mengunjungi jika ada saudara maupun kerabat yang mengalami duka, sekedar untuk meramai-ramaikan," ujarnya.
Dia meminta kepada pihak yang menyebarkan video tersebut untuk bisa membuktikan jika itu terjadi di kantor DPRD.
Baca Juga:
Polrestabes Medan Gerebek Diduga Lokasi Judi di Yanglim Plaza
"Jangan melakukan pembunuhan karakter dengan menggiring opini, apalagi menyeret-nyeret nama lembaga DPRD," tegasnya. [CKZ]