Edison Lase memberitahukan kondisi jalan ini lebih parah lagi kala musim kemarau banyak debu material proyek.
“Banyak masyarakat yang merasakan terganggu pernapasan seperti batuk, flu dan gangguan tenggorokan, khususnya anak anak dan anak sekolah,” sebutnya.
Baca Juga:
Waspada! Jalur Mudik Cianjur Masih Banyak yang Berlubang
“Kami harapkan ini menjadi perhatian pemerintah pusat untuk pekerjaan jalan ini supaya ada penangan khusus sehingga tidak menjadi gangguan kesehatan bagi masyarakat,” pintanya.
Tidak hanya itu, akibat material bekas proyek yang bertumpuk di pinggir jalan pernah mengakibatkan warga kecelakaan.
“Sesuai dengan yang saya lihat ada beberapa warga yang lewat di malam hari, karena ada sebagian bahan material yang bertumpuk di pinggir jalan, karena tidak terlihat mereka mengalami kecelakaan,” bebernya.
Baca Juga:
Wagub Jatim Emil Dardak Tinjau Perbaikan Jalan Nasional Babat-Lamongan oleh PUPR
Untuk diketahui, proyek paket pekerjaan peningkatan struktur jalan Laehuwa - Ombolata - Tumula - Faekhuna’a di Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara, senilai Rp 32 Miliar, yang pernah ditinjau Presiden Jokowi telah diputus kontrak sejak tanggal 30 Desember 2022.
Dari pantauan di lapangan, pekerjaan peningkatan struktur jalan Laehuwa - Ombolata - Tumula - Faekhuna’a di Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara belum ada di aspal hotmix.
Selain itu, bangunan pendukung lainnya seperti Box Culvert dan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagian belum terselesaikan dan terkesan terbengkalai.