Dia mengingatkan, paham radikalisme berpotensi terhadap setiap individu manusia. Sehingga tidak ada kaitannya dengan agama apa pun karena tak ada satupun agama yang membenarkannya.
"Kita semuanya harus hati hati, harus waspada untuk mengundang atau memilih penceramah, kita harus mengundang penceramah yang menyejukkan, mempersatukan, mendamaikan, kemudian mengajarkan akhlakul karimah, cinta tanah air dan bangsa," imbaunya.
Baca Juga:
Menko Yusril Sebut Pemerintah RI Wacanakan Pemulangan Hambali dari Guantanamo
"Serta narasi narasi toleransi maupun rahmatan lil alamin dan kita haris militan dalam melawan sebaran fitnah, hoaks, adu domba dan provokatif maupun hatespeech," tutupnya. [CKZ]