Mendesak Tindakan Tegas Tanpa Kompromi
Sebagai jurnalis muda, saya memandang kasus ini sebagai alarm keras bagi partai politik dan aparat penegak hukum. Partai Hanura, sebagai payung politik yang menaungi oknum tersebut, harus segera mengambil langkah konkret, tegas, dan transparan.
Baca Juga:
Pria di OKU Selatan Aniaya Ibu dan Adik Kandung, Istri Ikut Terlibat
Penyelidikan internal tidak boleh sekadar menjadi tameng diplomasi untuk meredam amarah publik sementara waktu. Pemecatan secara tidak hormat harus segera dijatuhkan jika bukti-bukti otentik telah terpenuhi, tanpa perlu menunggu proses birokrasi yang berbelit-belit.
Di sisi lain, Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polres Nias harus bergerak cepat melakukan tes urine, memeriksa keaslian video, dan memproses hukum oknum tersebut tanpa ada perlakuan khusus. Hukum tidak boleh tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
Jika masyarakat biasa ditangkap dan dipenjara karena narkoba, maka seorang anggota dewan yang melanggar hukum pantas menerima hukuman yang jauh lebih berat karena ia memegang tanggung jawab moral dan sumpah jabatan.
Baca Juga:
Skandal Sekda Labuhanbatu Memanas: Pemkab Mangkir, DPRD Rapat Internal
Rakyat Nias Barat, dan seluruh rakyat Indonesia, tidak membutuhkan wakil rakyat yang pandai memproduksi asap sabu.
Kita membutuhkan perwakilan yang mampu memproduksi gagasan, kebijakan progresif, dan solusi nyata atas kemiskinan yang masih melilit daerah.
Sudah saatnya panggung politik dibersihkan dari para parasit moral. Jangan biarkan masa depan bangsa ini hancur berantakan hanya karena kita abai dan membiarkan mulut-mulut wakil rakyat terus mengisap kehancuran negara kita sendiri. [CKZ]