Di sisi lain, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada pertengahan Maret 2026, sehingga kesiagaan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Dishub, hingga Satpol PP menjadi kunci utama kelancaran arus lalu lintas.
Pada penutup kegiatan, Kapolres Nias bersama jajaran Forkopimda melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dinas dan alat material khusus (Almatsus) yang akan digunakan selama operasi.
Baca Juga:
Ternyata “Mudik” Itu Singkatan! Ini Asal-usul Kata yang Bikin Jutaan Orang Pulang Kampung
Selesai pelaksanaan apel dan sesi foto bersama, Kapolres Nias beserta unsur Forkopimda dan Pejabat Utama (PJU) langsung bergerak melaksanakan kegiatan Patroli Pengecekan ke sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam).
Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan sarana pendukung, kelengkapan administrasi pos, serta kesiapsiagaan personel yang bertugas di lapangan sebelum operasi resmi dimulai.
Melalui optimalisasi layanan Kepolisian 110 dan kehadiran petugas di titik-titik rawan, diharapkan masyarakat dapat merayakan hari raya idul fitri 1447 H dengan penuh kedamaian tanpa gangguan keamanan.
Baca Juga:
Komisi V DPR Usul Pembatasan Motor untuk Mudik Jarak Jauh Lebaran 2026
Apel gelar pasukan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi lintas sektoral, di antaranya Bupati Nias Barat yang diwakili Pj. Sekda Ernawati Gulo, Dandim 0213/Nias Letkol Inf Sampe T. Butar Butar, Danyonif TP 903/BS Letkol Inf Anotona Zebua, Danpos AL Gunungsitoli Kapten Laut (S) M. Suriaman Gea, serta Kasubdenpom 1/2-5 Nias Kapten CPM Hendri Silalahi.
Hadir juga dari perwakilan Brimob Kompi 4 Batalyon C, Basarnas, PLN UP3 Nias, BMKG Binaka, para Kepala Dinas Perhubungan, Kasatpol PP, Pejabat Utama (PJU) Polres Nias, serta para Kapolsek jajaran. [CKZ]