Tafo'olo Nehe pelompat batu dari Nias Selatan yang rekor tinggi lompatannya 2,80 meter belum pernah terpecahkan. Hingga saat ini, lompatan yang mendekati masih 2,55 meter.
Tafo'olo Nehe menuturkan bahwa atraksinya pada uang pecahan Rp1.000 tersebut adalah saat usianya 25 tahun.
Baca Juga:
Polisi Sita Perhatian dengan Temuan Brankas Raksasa di Kafe Cipete
Ia baru belajar melompat batu pada usia 17 tahun. Tafo'olo Nehe pun tak menyangka atraksinya dipilih Bank Indonesia (BI) dicetak di uang kertas Rp1.000 itu.
"Saya kurang tahu juga ya," kata Tafoo'lo
Nehe.
Namun ia tak menampik bahwa prestasi melompat batu menjadi alasan kuat BI mencetak atraksinya di uang tersebut.
Baca Juga:
Dituduh Terima Rp300 juta dari Kasus SPPD Sekda, Kajari Nias Selatan: Tidak Benar dan Tak Berdasar
Ia pun mengisahkan pencapaian rekor tertinggi lompatan 2,80 meter, terjadi pada saat event Pesta Yahoowu di Gunungsitoli tahun 1989.
"Di sana saya melompat di Gunungsitoli. Tidak ada yang bisa memecahkan rekor saya, 2,80 (meter). Sampai sekarang nggak ada," ungkapnya.
Ia menyebutkan telah melompat batu di berbagai even, termasuk di ajang Visit Indonesia Year 1991, di era Presiden RI Soeharto.