"Jadi saya bukan hanya di sini melompat," sebutnya.
Uang kertas pecahan Rp 1.000 tahun emisi 1992 bergambar Lompat Batu ini sudah ditarik peredarannya oleh BI (Bank Indonesia) sejak 2006 lalu melalui Peraturan BI (PBI) Nomor 8/27/PBI/2006.
Baca Juga:
Polisi Sita Perhatian dengan Temuan Brankas Raksasa di Kafe Cipete
Kini uang kertas yang memuat atraksi melompat batu tersebut dikoleksinya dengan baik. Ia menuturkan uang itu pernah ditawar orang, namun tidak dijualnya.
Lalu ia berharap agar generasi muda Kepulauan Nias agar melanjutkan prestasi akademik maupun di bidang minat dan bakat, termasuk seperti pencapaiannya.
"Harus dilanjutkan (lompat batu), harus dilestarikan," pungkasnya.
Baca Juga:
Dituduh Terima Rp300 juta dari Kasus SPPD Sekda, Kajari Nias Selatan: Tidak Benar dan Tak Berdasar
Sementara itu, Ketua SMSI Sumut, Erris J Napitipulu, menyampaikan apresiasinya atas kiprah Tafo'olo Nehe selama ini dalam pelestarian budaya lompat batu Nias.
Erris berharap keinginan Tafo'olo untuk mengukuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta, dapat dikabulkan Presiden Prabowo.
Hadir pada kesempatan itu Penasehat SMSI Sumut Rony Purba, Sekretaris Ariadi, Bendahara Agus Lubis, Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Benny Pasaribu serta Kabid Pendidikan dan Pelatihan Agus Utama. Hadir juga Ketua SMSI Kepulauan Nias periode 2026-2029 Yonimasari Hulu bersama sejumlah pengurus. [CKZ]