Ia pun memohon dukungan seluruh masyarakat baik yang ada di Pulau Nias maupun di seberang karena mereka ini adalah keluarga kurang mampu.
"Selama ini, kami pergi ke seberang bukan karena kaya, tapi hanya untuk mencari nafkah buat kebutuhan anak-anak kami," imbuhnya.
Baca Juga:
Geger Penemuan Mayat Siswi SMK di Nias Utara, Diduga Korban Pembunuhan
Di keluarga, mereka dikaruniai empat anak, di antaranya tiga laki-laki dan satu perempuan.
"Anak kami perempuan yang telah dibunuh oleh seseorang," sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kepulauan Nias diguncang atas peristiwa tragis penemuan mayat seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, AZ, di aliran sungai kecil yang ada di dalam sebuah kebun, pada Jumat (15/5/2026) sore, sekira pukul 17.30 Wib.
Baca Juga:
Viral Siswi SMK di Garut Histeris usai Rambut Digunting Guru BK
Fakta-fakta dan Kejanggalan
AZ warga Desa Hilina'a, sempat dilaporkan hilang sejak Rabu, (13/5/2026). Tragisnya, setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, warga dan pihak keluarga menemukan mayatnya.
Saat mayat korban ditemukan terdapat sejumlah fakta dan kejanggalan.