Yadsen memberitahukan, korban dari pengeroyokan ini ada 6 orang, 2 orang di antaranya telah berdamai secara kekeluargaan.
“Namun korban yang 4 orang lagi belum melaksanakan perdamaian dengan para pelaku,” kata Yadsen.
Baca Juga:
Gagal Mediasi, Korban Minta Polres Dairi Tetapkan Ka.KPR Sidikalang Tersangka Dugaan Kasus Pemerasan
Terkait adanya informasi yang menyebutkan jika 1 orang dari terlapor merupakan anak dari oknum anggota Polri, Yadsen F. Hulu, masih belum bisa memastikan karena masih dalam penyelidikan.
“Karena sedang dalam pemeriksaan di Unit PPA, masih belum bisa kami jawab, kita tunggu hasil pemeriksaan para korban, menyusul nanti akan kami berikan informasi lebih lanjut,” tandas Yadsen.
Diberitakan sebelumnya, video segerombolan pria bergaya bak preman mencegat pengendara sepeda motor di Jembatan Fofola Tuhemberua, Nias Utara viral di media sosial.
Baca Juga:
Klarifikasi pemberitaan pangulu Aek geger yang berjudul "Diduga Ketinggian Pangulu Aek Gerger, Usir dan Lempar Rokok Kepada 2 Wartawan"
Tanpa basa-basi, gerombolan pria bergaya bak preman ini langsung memukuli remaja pengendara motor. [CKZ]