"Dia (Arman) dan Nur duduk sembari berbincang-bincang di situ hingga pukul 21.30 Wib", imbuh Yadsen.
Lalu, tersangka PH mendekati Arman dengan sambil merangkul leher Aman dengan menggunakan tangan kirinya sambil berkata dengan nada keras “sini handphone mu itu” sekaligus menarik atau merampas handpone itu dengan menggunakan tangan kanannya.
Baca Juga:
TNI Polri Diminta Tindak Tegas Ormas Bergaya Preman, Luhut: Presiden Perintahkan Itu!
"Hp itu milik korban Nur, di mana saat itu Arman sedang memegang handphone milik Nur di tangan kirinya," ujarnya.
Tidak puas hanya mengambil HP milik Nur ditangan Arman, tersangka PH meminta Arman untuk menyerahkan HP yang ada di tangan kanannya sambil berkata “serahkan handphone mu itu” dan Arman pun memjawab “jangan kau ambil handphone ku”.
Seketika PH melepaskan rangkulannya dileher Arman dan mengambil sebilah pisau dari pinggang kirinya dengan menggunakan tangan kanannya lalu mengarahkan sebilah pisau tersebut di depan Arman dengan berkata “sini handphone mu itu”.
Baca Juga:
Ormas Berperangai Preman Dinilai Hambat Investasi, Pemerintah Bakal Lakukan Ini
"Korban Arman ketakutan lalu menyerahkan handphone miliknya kepada tersangka PH," sebutnya.
Tapi, PH malah mengarahkan sebilah pisau yang dipegangnya di tangan kanannnya ke perut arman.
"Namun arman menahan tangan PH yang sedang memegang pisau dengan menggunakan kedua tangan," jelasnya.