Namun, penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat darurat dan akan dilanjutkan dengan penanganan yang lebih permanen.
Eliyunus Waruwu menyampaikan apresiasi kepada Menteri PU beserta jajaran Dirjen Bina Marga, khususnya Kepala BBPJN Sumatera Utara, Hardy Pangihutan Siahaan dan seluruh tim di lapangan atas respons cepat terhadap kondisi tersebut.
Baca Juga:
Gubsu Bobby Kunjungi Sekolah dan Tinjau Pembangunan Jalan di Nias Utara
“Begitu mendapat informasi bahwa ruas Sirombu - Afulu mengalami kerusakan dan akses sempat terputus, kami langsung berkoordinasi dengan KemenPU melalui Kepala BBPJN Sumatera Utara. Puji Tuhan, responsnya sangat cepat dan hari ini jalan sudah dapat dilalui kembali,” ujarnya.
Ia mengatakan meskipun ruas tersebut berstatus jalan non-status, tapi jalan Sirombu - Afulu sangat penting bagi masyarakat dan memiliki nilai strategis dalam membuka konektivitas antardaerah di Pulau Nias.
“Saat ini penanganannya masih darurat. Kita berharap dan akan terus berkoordinasi dengan KemenPU agar selanjutnya dilakukan penanganan permanen sehingga jalan ini lebih kuat, aman dan tidak mudah terputus kembali ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” sebutnya.
Baca Juga:
Bupati Tapteng: Pemprov Sumut Gelontorkan 9 Miliar Pembangunan Jalan Batas Tapteng Taput
Eliyunus Waruwu juga mengimbau masyarakat yang melintasi ruas jalan tersebut untuk tetap berhati-hati dan mengikuti rambu serta petunjuk petugas karena pekerjaan penanganan masih berlangsung.
Ia memastikan akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Pusat agar ruas Sirombu - Afulu tidak hanya ditangani pada titik kerusakan, tetapi dapat terus ditingkatkan secara menyeluruh sebagai jalur strategis yang menghubungkan Nias Barat dengan Nias Utara.
“Akses masyarakat tidak boleh terputus. Pemerintah harus hadir, bergerak cepat dan membangun sinergi. Terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan BBPJN Sumatera Utara atas respons cepat untuk masyarakat Nias Barat," ucapnya. [CKZ]