“Kami paham, luka ini tidak akan hilang dalam sehari. Tali asih ini adalah bentuk cinta dan kepedulian, Semoga sedikit meringankan beban, dan memberi kekuatan untuk melangkah,” ucapnya.
Peristiwa tragis itu, lanjut dia, menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling menjaga. Ia pun mengajak masyarakat ikut mendoakan agar kasus yang menimpa AZ dapat terungkap dengan terang benderang dan keluarga korban segera pulih.
Baca Juga:
Kasus Pembunuhan Siswi SMK Naik ke Penyidikan, Forwaka Apresiasi Polres Nias: Segera Tangkap Pelaku!
"Bantuan ini murni kemanusiaan, tanpa muatan lain. Saya berharap penegak hukum dapat segera mengungkap pelakunya," ujarnya.
Adapun tali asih yang disalurkan berupa beras dan dana yang dikumpulkan bersama anggota Barisam Merah Putih (BMP) Nias Selatan.
Keluarga Korban Terharu dan Masih Mengungsi
Baca Juga:
Polres Nias Tuai Apresiasi Kasus Pembunuhan Siswi SMK di Nias Utara Naik ke Penyidikan
Kedatangan rombongan yang membawa tali asih disambut haru orang tua korban, Tolosekhi Zebua alias Ama Jance bersama keluarga.
Saat menerima tali asih, Ama Jance tak bisa menutupi rasa harunya. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Yasatulo Lase.
"Semoga Tuhan membalas kebaikannya dan bapak-bapak yang meluangkan waktu melihat keadaan kami saat ini," ucap Ama Jance dengan mata berkaca-kaca.