Pada kesempatan itu Ama Jance juga membeberkan kondisi keluarganya pasca kejadian pilu itu. Hingga kini, pelaku belum terungkap. Dan mereka tidak berani pulang ke rumah karena masih merasa takut maupun trauma.
"Semua barang kebutuhan masih tertinggal di rumah. Anak-anak minggu depan ujian kenaikan kelas, tapi pakaian, buku, dan keperluan sekolah tidak bisa diambil. Kami tidak berani kembali sebelum pelaku ditemukan," tuturnya.
Baca Juga:
Kasus Pembunuhan Siswi SMK Naik ke Penyidikan, Forwaka Apresiasi Polres Nias: Segera Tangkap Pelaku!
Keluarga Korban Tinggal di Rumah Kerabat
Saat ini, kata Ama Jance, ia dan keluarganya tinggal untuk sementara di rumah keponakan.
"Ini bukan rumah kami. Keponakan kasihan, jadi kami diizinkan tinggal sementara di sini," ujarnya.
Baca Juga:
Polres Nias Tuai Apresiasi Kasus Pembunuhan Siswi SMK di Nias Utara Naik ke Penyidikan
Harapan Keluarga Korban ke APH
Selain itu, Ama Jance berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar proses penyidikan yang sedang berjalan dapat segera membuahkan hasil. Ia juga meminta diberikan informasi terkait perkembangan penanganan kasus.
"Saya sangat berharap pelaku pembunuhan anak saya segera ditemukan, termasuk siapa dalang di balik peristiwa ini. Semoga kami bisa tenang kembali dan beraktivitas seperti biasa. Kasihan anak-anak yang sedang sekolah," tambahnya.