Karena tidak ada solusi saat itu, termasuk dari kepala ruangan pendaftaran yang tidak memberi penjelasan padanya, akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit lain. Sementara menurutnya RSUD dr M Thomsen Nias merupakan salah satu rumah sakit rujukan di 4 kabupaten 1 Kota di Kepulauan Nias.
"Saya kesal dan langsung datang ke Kantor BPJS untuk berkonsultasi terkait apa yang saya alami",
Baca Juga:
Lagi, Kejari Gunungsitoli Tahan Mantan KPA Proyek RSUP Nias
"Karena saya sempat diarahkan untuk diperiksa di UGD oleh dokter umum dan jika itu yang tangani saya harus bayar karena tidak bisa diklaim oleh BPJS",
"Dan solusi BPJS mengarahkan saya ke rumah sakit lain dan rujukannya langsung mereka hubungi RS Tabita,” bebernya dengan nada kesal.
Penjelasan Direktur RSUD dr M Thomsen Nias
Baca Juga:
Intervensi Pembayaran 100 Persen, Kadinkes P2KB Ditahan Kejari Terkait Kasus Korupsi Proyek RSUP Nias
Ketika dikonfirmasi kepada Direktur RSUD dr M Thomsen Nias, dr. Noferlina Zebua, Rabu (13/8/2025), mengatakan bahwa penutupan layanan di Poli Bedah disebabkan karena kekurangan tenaga medis.
"Dokter spesialis bedah yang dapat melayani hanya satu orang," sebut Noferlina Zebua.
Sehubungan dengan hal itu, lanjut Noferlina, maka untuk sementara pelayanan bedah difokuskan pada pelayanan kegawatdaruratan, tindakan operasi dan rawat inap.