Kemudian, para saksi mencari korban mulai dari rumah, dan hingga sampai ditemukan di belakang rumah milik korban.
"Di situ korban ditemukan tepatnya di sumur dengan dalam keadaan terlungkup dan mengambang di atas air," ungkap Restu.
Baca Juga:
Guru Honorer SMK di Nias Utara Dipolisikan, Diduga Cabuli Anak Tetangganya yang Masih Siswi SD
Setelah itu, para saksi memberitahukan kepada perangkat Desa Lau'ri dan selanjutnya oleh perangkat desa setempat melaporkan kejadian ini kepada Personel Polsek Gido.
Restu mengatakan, atas adanya informasi tersebut, petugas Polsek Gido bersama dengan dokter dan petugas medis dari Puskemas Sogaeadu sekira pukul 10.15 Wib mendatangi TKP dan seterusnya melakukan penyelidikan berupa olah TKP dan wawancarai saksi saksi, serta mencari barang bukti disekitar TKP.
"Setelah itu terhadap korban kemudian dilakukan pemeriksaan VER mayat (Ver Luar) oleh Dokter Puskemas Sogaeadu," jelas Restu.
Baca Juga:
Diduga Tenggak Racun Serangga, Ibu 4 Anak di Gunungsitoli Tewas
Dari hasil pemeriksaan dokter, Restu mengungkapkan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban serta berdasarkan ciri yang ditemukan pada mayat Korban.
"Korban meninggal dunia karena tenggelam dengan perkiraan waktu kejadian antara 2 sampai dengan 3 hari sebelum ditemukan," terangnya.
Lanjut dia memberitahukan, oleh pihak keluarga juga menyatakan untuk tidak dilakukan pemeriksaan otopsi, hal ini dikarenakan menerima kematian korban bukan akibat perbuatan orang lain.