Nias.WahanaNews.co, Gunungsitoli - Menjelang Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli beserta jajarannya melaksanakan sosialisasi bahaya politik uang.
Sosialisasi ini dilakukan kepada seluruh para Pedagang UMKM di Pelabuhan Lama Kota Gunungsitoli, Sabtu (31/08/2024).
Baca Juga:
Pengacara Viktor Mendrofa Apresiasi Gebrakan Kejari Gunungsitoli Ungkap Kasus Korupsi RSUP Nias
Selain itu, Kejari Gunungsitoli juga sudah mulai memberikan imbauan kepada masyarakat maupun tim sukses dalam mengikuti tahapan Pemilu.
"Kita mewanti-wanti, diharapkan tim sukses maupun masyarakat tidak melakukan aktivitas politik uang (money politik)," kata Kasi Intelijen Kejari Gunungsitoli, Sulaiman Rifai H, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (3/9/2024) siang.
Sulaiman menegaskan jika terbukti melakukan politik uang, maka pemberi dan penerima bisa dipidana.
Baca Juga:
Kejari Gunungsitoli Injak Gas Usut Kasus Korupsi RSUP Nias, 6 Tersangka Telah Diseret ke Jeruji Besi
"Dijerat dengan kurungan penjara hingga 4 tahun," tegasnya.
Dia menjelaskan jeratan pidana bagi pelaku dan penerima politik uang sudah diatur dalam Undang-Undang. Hal ini Sebagaimana diatur pada Pasal 187 A.
"Politik uang bukan lagi pelanggaran, tapi kejahatan pemilu," sebut Sulaiman.