“Itu kan kewenangan mereka [Kementerian], kita hanya mendorong dan mengingatkan,” ujarnya.
Selain itu, Amizaro Waruwu membantah atas adanya informasi bahwa ia telah menjanjikan akan menyelesaikan masalah antara warga dengan pihak rekanan terkait sangkutan keuangan baik seperti upah maupun uang material.
Baca Juga:
Punya Riwayat Stroke-Hipertensi, Pria Paruh Baya di Nias Utara Ditemukan Meninggal di Rumahnya
“Apa urusan saya menjanjikan itu sama masyarakat, itu gak benar itu, kalau itu kita tidak ada sangkut paut dengan masalah pelaksanaan,” kata Amizaro.
Ia berharap, agar masyarakat dapat lebih bersabar dalam menghadapi situasi ini. Amizaro optimis pekerjaan tersebut dilanjutkan.
“Tentunya ada proses dari mereka, katanya itu kan akan segera turun tim audit, tapi bagaimana secepatnya turun itu kan tentunya dari mereka, kita hanya terus mendesak dan mengingatkan,” tutupnya.
Baca Juga:
Soal Proyek Nasional di Nias Utara Dilanjutkan Kembali Diprotes Warga, Ternyata Ini Tuntutannya
Warga Desak Pemerintah Atasi Masalah Polusi Debu dan Lanjutkan Pekerjaan
Sebelumnya, warga Desa Hiligawoni, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara mengungkapkan rasa kecewa atas pelaksanaan tersebut yang tak kunjung selesai.
Akibatnya, rumah-rumah warga di sepanjang jalan itu dipenuhi debu yang beterbangan ketika setiap kendaraan yang melintas. Hal ini disebabkan material proyek dari pekerjaan tersebut berserakan di pinggir jalan.