Dia pun mengajak seluruh Pengurus dan Anggota Forwaka Gunungsitoli untuk selalu menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam setiap peliputan sebagaimana diamanatkan dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Sebagai jurnalis yang bertugas di pos Kejaksaan, integritas adalah harga mati. Kita harus mampu membedakan mana kepentingan publik dan mana yang bersifat opini subjektif",
Baca Juga:
Lantik 16 Penjabat Kades, Wali Kota Gunungsitoli: Jadilah Motor Penggerak Pembangunan di Tingkat Desa
"Ke depan, tantangan kita akan semakin kompleks. Arus informasi di era digital bergerak sangat cepat, di mana berita bohong (hoax) sering kali menyamar menjadi kebenaran. Di sinilah peran Forwaka diuji, kita harus menjadi garda terdepan dalam memverifikasi data dan fakta agar informasi yang sampai ke masyarakat adalah informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan," harapnya.
Di tempat yang sama, Kajari Gunungsitoli, Firman Halawa, sekaligus sebagai Pembina Forwaka Gunungsitoli, dalam arahan dan bimbingannya mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksanannya pelantikan pengurus Forwaka Gunungsitoli.
Dibalik itu, Firman Halawa juga mengharapkan agar seluruh pengurus Forwaka Gunungsitoli tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Dia mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan moment bersejarah karena pertama kali terbentuk di Gunungsitoli.
Baca Juga:
Safari Ramadhan, Forwaka Sumut Santuni Anak Yatim Piatu
"Saya menekankan kepada teman-teman Forwaka tetap junjung tinggi profesionallitas dan subjektifitas ketentuan pers, kritik silahkan tapi hendaknya konstruktif, tidak subjektif semata," imbuhnya.
Ia memastikan pihaknya akan terus menjalin sinergitas dan kolaborasi dengan pers.
"Sebagai wujud nyata kami hadir hari ini membutuktikan bahwa kami siap bersinergi," ujarnya.