“Waduh, bangun rumah sakit itu memang senang karena ada proyeknya, tapi susah itu. Jangan senang-senang bangun rumah sakit. Rumah sakit saja yang ada karena cari dokternya susah, kayak gini baru saya dengar, tidak beroperasi gara-gara dokter spesialisnya karena sama BPJSnya,” ujarnya.
Budi pun meminta kepada Dirjen agar segera memindahkan Alkes yang ada di rumah sakit itu.
Baca Juga:
Terlibat Korupsi, Konsultan Pengawas Proyek Puskesmas Mandrehe Utara Ditahan Kejari Gunungsitoli
“Pak Dirjen apa alat-alat di sana dimasukin di sini dulu (RSUD Pratama Nias Barat), kita konsentrasi dulu deh beresin di sini,” ujarnya.
RSUD Nias Barat Ditargetkan Bisa Tangani Penyakit Mematikan
Meskipun RSP Lologolu menuai kegagalan, harapan masyarakat Nias Barat kembali muncul dengan adanya pembangunan RSUD Pratama Nias Barat, di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi.
Baca Juga:
Beredar Daftar Nama-nama Rotasi Guru SD-SMP di Nias Barat, Kadisdik: Itu Hoaks!
Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, melakukan Groundbreaking pembangunan RSUD Pratama Nias Barat, beberapa waktu yang lalu. [WAHANANEWS/Ist]
Pemerintah memulai peningkatan kelas rumah sakit ini agar mampu menangani lima penyakit mematikan penyebab kematian tertinggi di Indonesia yaitu stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta kematian ibu dan anak.
Langkah ini diawali dengan pelatakan batu pertama (groundbreaking) yang langsung dihadiri Menkes, Budi Gunadi Sadikin.